DAMPAK DARI INVESTASI
Sebelum
membahas dan memahami dampak Positif dan
Negatif karena Investasi, kita uraikan dulu apa itu Investasi dan Investor?
apakah Undang-undang yang mengatur untuk Investasi dan Investor? serta apa
dampak dari Investasi?
1. Pengertian Investor
adalah pihak baik itu perorangan ataupun lembaga yang berasal dari dalam negeri
ataupun luar negeri yang melakukan suatu kegiatan investasi yang bersifat
jangka panjang ataupun jangka pendek. (Nasarudin & Surya : 2004). Dan Definisi Investor adalah seseorang yang
memasukkan uang ke dalam sesuatu hal untuk membuat keuntungan finansial atau
mendapatkan tingkat keuntungan tertentu.
2. Pengertian Investasi
adalah tempat dimana investor melakukan penanaman modal atau melakukan pernyertaan
modal. Dan Definisi Investasi adalah
orang atau perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan yang telah diberi
uang oleh investor untuk membuat keuntungan atau mendapatkan tingkat keuntungan
tertentu.
Dunia
investasi adalah dunia yang saling berhubungan dan saling bergantung satu
dengan yang lain, sama seperti halnya investor dan investasi. Ada tiga jenis
investor, yaitu :
·
Risk Averse (menghindari resiko)
Investor
jenis ini pada umumnya memilih jenis investasi yang mempunyai resiko yang
rendah walaupun tingkat keuntungannya yang didapatkan juga relatif kecil.
·
Risk Medium
Investor
tipe ini cenderung akan melihat resiko secara proposional. Mereka akan memilih
jenis investor yang memiliki tingkat resiko yang sedang dan berharap
mendapatkan keuntungan yang tidak terlalu tinggi ataupun terlalu rendah.
·
Risk Taker
Ini
adalah jenis investor yang berani mengambil resiko tinggi, investor ini sama
sekali tidak takut kehilangan seluruh uangnya yang diinvestasikan.
Investasi
atau penanaman modal yang dilakukan orang atau lembaga menjadi sangat penting bagi pertumbuhan
ekonomi suatu negara yang menjadi lahan invesnya. Penanaman modal sendiri
menurut ketentuan pasal 1 ayat 1 UU No. 25 Tahun 2007 menyebutkan bahwa
penanaman modal adalah segala bentuk kegiatan menanam modal, baik oleh penanam
modal dalam negeri maupun penanaman modal asing untuk melakukan usaha di
wilayah Negara Republik Indonesia. Dalam Undang-Undang Penanaman Modal No.25
Tahun 2007 tidak mengadakan pembedaan antara penanaman modal dalam negeri dan
penanaman modal asing. Oleh karena itu, undang-undang tersebut mengatur
mengenai kegiatan penanaman modal, baik penanaman modal asing dan penanaman
modal dalam negeri dan tidak mengadakan pemisahaan undang-undang secara khusus,
seperti halnya undang-undang penanaman modal terdahulu yang terdiri dari dua
undang-undang, yaitu Undang-Undang Penanaman Modal Asing dan Undang-Undang
Penanaman Modal Dalam Negeri.
Di
dalam melakukan sesuatu apalagi berkaitan dengan negara yang notabenya
melibatkan warga masyarakatnya, penanaman modal atau investasi terdapat dampak
yang ditimbulkannya baik itu postiif maupun negatif. Dampak positif yang bisa
didapat suatu negara terhadap adanya Investasi yang diterima adalah:
1.
Pembukaan
lapangan kerja bagi masyarakat.
Penanaman
modal dilakukan dengan menjalankan usaha di suatu negara. Berdirinya sebuah
usaha membutuhkan berbagai faktor produksi. Salah satu faktor produksi yang
diperlukan adalah tenaga kerja. Dengan demikian penanaman modal dapat membuka
lapangan kerja baru. Dalam siklus ekonomi, pembukaan lapangan kerja baru
berarti memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan. Bila
masyarakat memperoleh pekerjaan, berarti terbuka kesempatan bagi masyarakat untuk
memperoleh pendapatan.
2. Alih Teknologi.
Penanaman
modal apalagi dari luar atau asing biasa dilakukan oleh negara maju. Mereka
melakukan penanaman modal guna memperluas pasar. Manfaat yang diperoleh dari
penanaman modal asing yang dilakukan negara maju adalah terjadinya alih
teknologi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebar bersama
kegiatan penanaman modal asing. Misalnya, perusahaan otomotif Honda membangun
usaha assembling di Indonesia. Banyak ahli otomotif Jepang yang terlibat dalam
proses produksi di Indonesia. Tenaga kerja yang berasal dari Indonesia dapat
mengetahui cara merakit mobil. Mereka juga mengetahui proses produksi onderdil
mobil. Lambat laun pengetahuan yang diperoleh berguna untuk mengembangkan dunia
otomotif di tanah air.
3. Peningkatan pendapatan negara dari
sektor pajak.
Dalam
investasi dikenal adanya pajak. Pajak merupakan salah satu pendapatan bagi
negara. Makin banyak perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia, berarti
makin banyak pula penerimaan pajak yang diterima negara. Hasil pajak dapat
digunakan oleh negara untuk berbagai sarana dan kebutuhan masyarakat.
Contohnya, pembangunan sarana jalan raya, pasar, dan rumah sakit.
4. Memudahkan masyarakat memenuhi
kebutuhan.
Dengan
adanya kegiatan penanaman modal, berarti makin banyak tersedia barang pemuas
kebutuhan masyarakat di pasar, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mencukupi
kebutuhan.
5. Mendorong kemajuan produsen dalam
negeri.
Terjadinya
kegiatan penanaman modal berarti mendorong masuknya produk luar negeri ke dalam
negeri. Dengan kelebihan di bidang teknologi, produk asing dapat menjangkau
segenap lapisan masyarakat dengan harga lebih murah dan kualitas baik.
Adapun
dampak negatif yang ditimbulkan dari adanya kegiatan penanaman modal, yaitu:
1. Terbengkalainya sektor pertanian.
Penanaman
modal asing banyak dilakukan di sektor industri. Hal ini berarti banyak tenaga
kerja yang tersedot ke dalam sektor tersebut. Keberadaan industri yang lebih
menjanjikan secara pendapatan, mendorong banyak tenaga kerja beralih ke sektor
industri. Akibatnya, kegiatan di sektor-sektor penunjang industri menjadi
terbengkalai. Akhirnya sektor-sektor non-industri mengalami kekurangan tenaga
kerja.
2. Kerusakan lingkungan.
Salah
satu komponen yang akan muncul dalam kegiatan industri adalah pencemaran lingkungan.
Pencemaran ini dapat berupa limbah maupun pencemaran udara. Makin banyak
perusahaan asing di Indonesia, makin meningkatkan produksi limbah. Limbah yang
tidak dikelola dengan baik akan merusak lingkungan. Misalnya terjadinya polusi
udara, pencemaran tanah, dan pencemaran sungai. Pencemaran pada lingkungan bisa
mengganggu kesehatan manusia, serta kehidupan hewan dan tumbuhan. Mak dari itu
perlu ditegakkan aturan yang jelas mengenai pengelolaan limbah industri.
3. Berkurangnya lahan produktif.
Dampak
negatif lain dari berkembangnya perusahaan asing di Indonesia adalah
berkurangnya lahan produktif. Areal yang dapat digunakan sebagai lahan
produktif seperti untuk usaha pertanian akan habis karena dimanfaatkan untuk
mendirikan pabrik.Hal ini berkaitan dengan berkurangnya tenaga kerja di bidang
pertanian. Makin banyak tenaga kerja yang tersedot di sektor industri,
menyebabkan berkurangnya tenaga kerja pertanian. Pada saat tidak ada lagi
tenaga kerja di bidang pertanian, maka pemilik lahan lebih memilih mengalokasikan
lahan untuk kepentingan industri.
4. Eksplorasi sumber daya alam secara
berlebihan.
Beberapa
perusahaan asing melakukan eksplorasi sumber daya alam secara berlebihan.
Akibatnya sumber daya alam di Indonesia habis atau rusak.
5. Hasil usaha lebih banyak dibawa ke
negara asalnya.
Dalam
beberapa penanaman modal asing memberikan keuntungan yang lebih besar kepada
penanam modal. Hasil usaha penanaman modal asing banyak yang dibawa ke negara
investor. Untuk itulah pemerintah perlu mempertimbangkan faktor keuntungan dan
kerugian secara cermat.
Itulah
dampak-dampak yang ditimbulkan atas maraknya Investasi, bagaimanapun juga suatu
negara dalam menerima investasi baik dalam negeri maupun asing harus
pintar-pintar memanfaatkan dampak positif yang ditimbulkannya, dan sebisa
mungkin untuk meminimalisir dampak dampak negatifnya.


Komentar
Posting Komentar