Kopi Untuk Anak Negeri Part 2



Dalam sejarah, kopi di Indonesia sudah melewati perjalanan panjang dari awal masuk hingga tersebar di penjuru nusantara. Sejarah perkembangan kopi di Indonesia dimulai sejak abad ke 16. Saat itu Indonesia masih dalam kekuasaan penjajah Belanda. Pada tahun 1696, India mengirimkan bibit kopi Yemen atau Arabica kepada gubernur Belanda yang berkuasa di Indonesia saat itu untuk dikembangkan di Indonesia khususnya di Batavia. Akan tetapi sudah sejak zaman itu pula Kota Batavia atau Jakarta sekarang ini rentan dengan musibah banjir. Sehingga pada saat itu, biji kopi yang dikirim dari India tersebut mati karena adanya musibah banjir yang terjadi di Kota Batavia. Namun setelah itu tetap dilakukan pengiriman bibit yang kedua dan akhirnya tumbuh dengan baik. Akhirnya pada tahun 1711, hasil biji kopi tersebut dikirim oleh Belanda ke Eropa.

Dalam masa pengembangan 10 tahun lamanya, ekspor kopi Indonesia telah meningkat sebanyak 60%. Indonesia pun kemudian dikenal sebagai negara pengeskpor kopi terbesar di dunia setelah negara-negara Arab dan Ethiopia. Sekitar 9 tahun kemudian, produksi kopi di Indonesia sudah begitu melimpah dan mampu mendominasi pasar dunia. Bahkan pada saat itu jumlah ekspor kopi dari Jawa ke Eropa telah melebihi jumlah ekspor kopi dari Mocha (Yaman) ke Eropa. Dari karya sastra kuno fenomenal referensi tentang perjalanan kopi di dalam “Serat Centhini; Tembangraras-Amongrogo”, kita akan menemukan implikasi yang menunjukkan masuknya kopi ke Indonesia melalui Jatinegara, lalu tersebar ke Tanah Priangan (Jawa Barat), hingga akhirnya penanaman kopi dapat ditemukan di hampir seluruh wilayah Indonesia mulai dari Sumatera, seluruh pulau Jawa, Bali, Sulawesi, Flores hingga Papua.

Rentetan kronologis sejarah tersebut jika kita telusuri sedikit demi sedikit hingga akhir abad 20 (1900-an) merupakan satu dasar kuat yang meletakkan Indonesia di posisi saat ini di dunia internasional lewat produksi komoditas kopi. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia, dan dikenal juga sebagai negara yang menjadi referensi produksi kopi berkualitas baik. Saat ini perkembangan kopi di Indonesia terus mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Beberapa daerah di Indonesia dikenal sebagai penghasil kopi terbaik dunia. Lampung dikenal sebagai penghasil kopi terbesar di Indonesia yang memiliki jenis kopi robusta. Di Pulau Sumatera saja misalnya kita melihat banyak jenis kopi berkualitas yang juga sudah dikenal hingga ke mancanegara seperti misalnya kopi Sidikalang Sumatera Utara, kopi Mandailing dan kopi Gayo Aceh, kopi Sumatera Selatan dan sebagainya.

Di Jawa misalnya juga dikenal kopi Malang yang mirip dengan yang ada di Lampung, kopi Bali dan masih banyak lagi jenis kopi yang lainnya. Indonesia sebagai negara kepulauan nusantara memiliki pesona rasa kopi nusantara yang sangat beragam dan rasanya pun merupakan rasa yang berstandar kualitas ekspor. Selain itu beberapa daerah di Indonesia juga sudah mulai mengembangkan teknik budidaya tanaman kopi secara organik. Karena saat ini jenis tanaman organik yang lebih sehat ternyata lebih diminati oleh para pecinta kopi di tingkat dunia. Ini merupakan cara yang dilakukan oleh mayoritas para petani kopi Indonesia untuk mempertahankan daya jual kopi Indonesia di tingkat dunia.

Komentar

Postingan Populer