MENCIPTAKAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA MELALUI KERJASAMA SOSIAL DAN KEMASYARAKATAN



Menciptakan sebuah kerukunan antar umat beragama di dalam kehidupansehari-hari itu tidak seperti kita membalikkan telapak tangan. Banyak sekali jalan yang harus di tempuh untuk mewujudkan sebuah tatanan sosial yang harmonis dengan menerapkan nilai-nilai toleransi dan pluralisme dalam kehidupan sehari-hari. Kehidupan yang diimpikan dan diharapkan oleh banyak masyarakat Indonesia ketika seluruh lapisan masyarakat masing-masing bisa saling menghargai dan menghormati, baik itu antar suku, ras, dan bahkan antar umat beragama, semua itu bisa terlaksana apabila masing-masing individu untuk bisa selalu mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, pluralisme, egalitarianisme, humanisme, civil sosiety, dan demokrasi yang betul-betul dipahami serta diterapkan ke dalam sosio-culture dan cita-cita dari para pendiri bangsa Indonesia saya yakin semua yang diimpikan dan diharapkan untuk selalu hidup dalam ketentraman dan kedamaian bisa terwujud. Membangun sebuah kerukunan harus dilandasi oleh lingkungan sehari-hari, salah satunya adalah membangun kerjasama kemasyarakatan.

Kerjasama kemasyarakatan adalah suatu dasar umum bagi semua masyarakat. Berkaitan dengan toleransi antar umat beragama, maka kerjasama ini merupakan suatu dasar bagi terwujudnya toleransi antar umat beragama. Bila kerjasama ini bisa terbina dengan baik maka bisa digambarkan bahwa toleransi akan terwujud dengan baik. Melalui kerjasama sosial kemasyarakatan, rasa saling ketergantungan, keakraban, dan persaudaraan serta saling menghormati antar umat beragama dapat kiranya dibina dan dipupuk dengan baik. Apabila menghadapi sebuah permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan agama atau keyakinan yang berbeda-beda akan dengan mudah teratasi dan terwujudlah sebuah sikap yang saling menghargai dan menghormati. Dalam kerjasama kemasyarakatan sebagai salah satu bentuk toleransi yang dibangun oleh masyarakat termanifestasikan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari atau  sosial kemasyarakatan.

Ketika sebuah kegiatan sosial kemasyarakatan seperti membangun fasilitas umum, kenduri, resepsi, peringatan hari-hari besar, kematian dilakukan bersama-sama tanpa ada hambatan psikologis dikarenakan perbedaan agama. Toleransi beragama dalam bermasyarakat tidak hanya berkutat pada masalah-masalah yang secara langsung bersinggungan dengan agama, akan tetapi sejogyanya mewarnai aspek-aspek lainnya. Dengan demikian, toleransi beragama dapat memberikan kontribusi positif dan memiliki makna yang kongkrit bagi seluruh kehidupan untuk bermasyarakat. Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan, masyarakat harus mengupayakan terbentuknya suatu kondisi yang kondusif dengan memberikan peluang untuk berkembangnya iklim saling mengerti antar warga masyarakat yang memiliki perbedaan. Hal ini sangat penting karena sebesar apapun bentuk modal material pembangunan, bila suasana sosial kemasyarakatan tidak kondusif, maka pelaksanaan serta keberhasilan dalam pembangunan tidak akan optimal.

Kesadaran akan kerukunan bermasyarakat khususnya antar umat beragama akan menjadikan satu dorongan bagi upaya untuk terwujudnya toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan toleransi seperti ini, sangat diharapkan terwujudnya suatu tatanan masyarakat yang harmonis antar warga tanpa memandang perbedaan sebagai bentuk hambatan dalam kerjasama sosial kemasyarakatan.

Komentar

Postingan Populer