Pulau Karimunjawa "Carribean Van Java"




Pulau Karimunjawa merupakan satu bagian dari 28 pulau gugusan Kepulauan Karimunjawa, di Laut Jawa yang termasuk dalam Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas daratan ±1.500 hektare dan perairan ±110.000 hektare, Karimunjawa kini dikembangkan menjadi pesona wisata Taman Laut yang mulai banyak digemari wisatawan lokal maupun mancanegara. Sejak tanggal 15 Maret 2001, Karimunjawa ditetapkan oleh pemerintah Jepara sebagai Taman Nasional.
Pintu Masuk di Pulau Karimunjawa


Karimunjawa adalah rumah bagi terumbu karang, hutan bakau, hutan pantai, hutan mangrove serta hampir 400 spesies fauna laut, di antaranya 242 jenis ikan hias. Beberapa fauna langka yang berhabitat disini adalah Elang Laut Dada Putih, penyu sisik, dan penyu hijau. Tumbuhan yang menjadi ciri khas Taman Nasional Karimunjawa yaitu dewadaru (Crystocalyx macrophyla) yang terdapat pada hutan hujan dataran rendah. Ombak di Karimunjawa tergolong rendah dan jinak, dibatasi oleh pantai yang kebanyakan adalah pantai pasir putih halus.

Trekking sepanjang 2 km di dalam Hutan Mangrove

Pintu masuk Hutang Mangrove di Karimunjawa

Secara geografis terletak antara 5o40’39’ – 5o55’00’LS dan 110o05’57”-110o31’15’ BT dan Letak Taman Nasional Karimunjawa berjarak 45 mil laut dari kota Jepara atau 60 mil laut dari Semarang.Taman Nasional Karimunjawa. Berdasarkan peta geologi/tanah propinsi Jawa Tengah yang dikeluarkan Seksi Publikasi Direktorat Geologi pada tahun 1976, formasi geologi atau tanah di Kepulauan Karimunjawa sebagian besar terdiri dari batupasir kuarsa dan mikaan, konglomerat kuarsa, batu lanau kuarsa, serpih kuarsa, breksi gunung api, tuf, lava, kerikil pasir, lempung, lumpur, pecahan koral dan batu apung.
Letak Pulau Karimunjawa dari Jepara

Keadaan daerah Kepulauan Karimunjawa merupakan suatu dataran rendah pantai yang ditumbuhi oleh hutan mangrove. Umumnya pantai berpasir putih dan sangat landai menjorok ke tengah laut. Fringing reefs mengelilingi pulau-pulau tersebut dan menyebabkan pantai terlindung dari hempasan gelombang. Dengan demikian pantai-pantai di Kepulauan Karimunjawa tidak memiliki bentuk pantai yang curam. Dasar perairan mengandung pasir dan lumpur. Di tengah perairan banyak terdapat terumbu karang yang muncul ke permukaan, dua diantaranya yang besar ialah Karang Kapal dan Karang Katang. Gugusan kepulauan Karimunjawa ini dikelilingi oleh perairan Laut Jawa yang tidak seberapa dalam (55 m).

Salah satu Gugusan pulau di Karimunjawa

 Penakaran Ikan Hiu di Karimunjawa

 Spot untuk selfie

Akses transportasi yang paling umum digunakan untuk menuju ke pulau Karimunjawa adalah melalui jalur laut. Kapal-kapal laut biasa beroperasi dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang dan Pelabuhan Kartini Jepara. Dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, terdapat KMC Kartini I yaitu kapal motor cepat yang berangkat setiap hari Sabtu dan kembali dari Karimunjawa setiap hari Minggu. Waktu tempuh normal KMC Kartini I ialah kurang lebih 3 jam.

Kapal KMC Kartini I

Sedangkan dari Pelabuhan Kartini Jepara terdapat 3 kapal penyebrangan umum, yaitu kapal cepat Express Bahari Cantika, kapal cepat Express 2C dan kapal fery KMP Muria. Kapal cepat dari Pelabuhan Kartini waktu tempuhnya sekitar 2 jam, sedangkan KMP Muria memerlukan waktu +/- 6 jam pelayaran.

Kapal KMP MURIA

Perlu diperhatikan bahwa untuk jadwal kapal KMP MURIA dari pelabuhan Jepara tujuan Karimunjawa biasanya berangkat setiap hari selasa, rabu, dan sabtu. Sedangkan untuk kapal cepatnya berangkat setiap hari senin, selasa, jumat, dan sabtu. Jadwal ini bisa berubah sesuai dengan cuaca atau ketinggian ombak di laut jawa. Seandainya terjadi gelombang tinggi maka pihak perhubungan di pelabuhan tidak akan memberikan izin berlayar, dan jadwal keberangkatan kapal akan berubah mengikuti perubahan cuaca. Khusus untuk KMP Muria dari Pelabuhan jepara, bisa untuk mengangkut mobil dan motor untuk diseberangkan ke Karimunjawa.

Selain jalur dari laut, untuk menuju ke Pulau Karimunjawa juga disediakan jalur udara dari Bandara A. Yani, Semarang menuju Bandara Dewandaru, Jepara. rute ini sudah ada sejak tahun 2015 lalu dan difasilitasi pesawat perintis dari maskapai milik Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Susi Air. Penerbangan ini dilayani dua kali dalam satu Minggu, yaitu pada hari Kamis dan Jumat.



Bandar Udara Dewandaru, Pulau Karimunjawa, Jepara

Komentar

Postingan Populer